PROFESI PENDIDIKAN
RESUME (Profesi, professional, dan profesionalisme)
10/10/2010
Reva Sonia Izzati
4115096653
PPKn Non regular 2009
Profesi adalah suatu pekerjaan yang didalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian, dengan menggunakan suatu teknik-teknik ilmiah serta dedikasi yang tinggi.
Profesionalisme adalah orang yang menyandangsuatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan didalam suatu profesinya tersebut.
Sedangkan Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus.
Ciri-ciri profesionalisme ialah:
1. Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita dituntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.
2. Memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
3. Menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas/putus asa sampai hasil tercapai.
4. Memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh keadaan terpaksa atau godaan iman, seperti harta dan kenikmatan hidup.
5. Perlu adanya kebulatan pikiran dan perbuatan , sehungga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.
ciri-ciri tersebut menunjukan bahwa tidaklah mudah menjadi seorang pelaksana profesi yang professional, dan memiliki criteria yang mendasar. Jelasnya, seorang bisa dikatakan professional adalah mereka yang sangat kompeten atau memiliki kompetensi-kompetensi tertentu yang mendasari kinerjanya.
sikap yang dimiliki profesi
Ketika menjalankan profesi, pemilik profesi dituntut memiliki kualitas baik (pribadi maupun kelompok) untuk meningkatkan mutu pribadi maupun kelompok, dibutuhkannya keuletan dan rasa tanggungjawab agar meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Contoh : profesi guru berhubungan dengan anak didik yang mempunyai persamaan dan perbedaan untuk melayani, serta memerlukan kesabaran dan ketelatenan tinggi (terutama dengan peserta didik yang masih kecil).
kode etik profesi
Adalah tanda-tanda/symbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu.
Misal: untuk menjamin suatu berita, keputusan atau kesepakatan suatu organisasi.
Kode etik yaitu norma-norma atu azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun tempat kerja. Menurut UU no. 8 (pokok-pokok kepegawaian), kode etik profesi dalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanaakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.
Kode etik profesi merupakan bagian dari etika profesi, yaitu kelanjutan dari norma-norma yang lebih umum dan telah dibahas serta dirumuskan dalam etika profesi.
Kode etik ini lebih memperjelas, mempertegas, dan merinci norma-norma kebentuk yang lebih sempurna, walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi.
Dengan demikian, kode etik profesi ialah system norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan n apa yang tidak baik, sesuatu yang benar dan apa yang salah, serta perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional.
tujuan kode etik profesi:
- menjunjung tinggi martabat profesi
- menjaga dan memelihara kesejahteraan anggota
- meningkatkan mutu profesi
- meningkatkan mutu organisasi profesi
- meningkatkan layanan diatas keuntungan pribadi
- mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat
- menentukan baku standarnya sendiri
fungsi kode etik profesi:
Memberikan pedoman bagi setiap anggota prop profesi tentang prinsip profesionalitas yang di gariskan
Sarana control sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan
Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi, etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang.

Minggu, 24 Oktober 2010
Senin, 04 Oktober 2010
profesi pendidikan (resume)
CERDAS ISTIMEWA DAN BERBAKAT ISTIMEWA
pengertian
sebutan asli dalam bahasa inggris yaitu gifted / talented, yaitu kemampuan bawaan yang berupa potensi yang memerlukan pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis. yang dipengaruhi oleh :
1. Genetik (nature)/ bawaan yang menunjukkan kepada intelegensi menuju IQ.
2. lingkungan (nurture) dan dilanjutkan kekreativitas serta task komitmen lalu ke motivasi.
3. mengalami kondisi disinkronitas / asinkronitas, antara lain ;
perkembangan psikis dan fisik, perkembangan mental dan umur kronologis.
ciri-ciri cerdas istimewa dan berbakat istimewa:
populasi anak cerdas istimewa dan berbakat istimewa
berjumlah 2% dari populasi yang berdomisili di Indonesia.
kemampuan anak CI +BI :
GIFTED =
1. Above average ability
2. Task commitment
3. Creativity
kesalah-pahaman tentang anak CI+BI yaitu:
- stress akademik
- undera chiever ( kecenderungan dapat memakai drugs)
kondisi pendidikan CI+BI di Indonesia
pengertian
sebutan asli dalam bahasa inggris yaitu gifted / talented, yaitu kemampuan bawaan yang berupa potensi yang memerlukan pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis. yang dipengaruhi oleh :
1. Genetik (nature)/ bawaan yang menunjukkan kepada intelegensi menuju IQ.
2. lingkungan (nurture) dan dilanjutkan kekreativitas serta task komitmen lalu ke motivasi.
3. mengalami kondisi disinkronitas / asinkronitas, antara lain ;
perkembangan psikis dan fisik, perkembangan mental dan umur kronologis.
ciri-ciri cerdas istimewa dan berbakat istimewa:
- kemampuan diatas rata-rata, yang mencakup: kemampuan umum (seperti informasi pengolahan , mengintegrasikan pengalaman, dan berfikir abstrak) serta kemampuan khusus, seperti kemampuan untuk memperoleh pengetahuan/melakukan aktivitas.
- kreativitas serta mencakup intelektualnya yang very superior dengan skor IQ di atas 130. "Pada lembar identifikasi dini, mereka memiliki kecepatan menyerap lebih dari teman sebayanya, seperti lebih cepat membaca," katanya.
populasi anak cerdas istimewa dan berbakat istimewa
berjumlah 2% dari populasi yang berdomisili di Indonesia.
kemampuan anak CI +BI :
GIFTED =
1. Above average ability
2. Task commitment
3. Creativity
kesalah-pahaman tentang anak CI+BI yaitu:
- seringkali dianggap nakal, susah diatur(orang tua, guru/sekolah tidak mengenali potensi mereka, sehingga terabaikan.
- pernyataan IQ hanya menyumbang 20% terhadap keberhasilan .
- hanya sebutan yang memiliki CI+BI
- cerdas atau bodoh
- anak gifted dianggap homogen, menuju high normal serta model layanan(all size)
- seringkali diasumsikan sama dengan anak pintar (high achiever), karakteristik gifted berbeda dengan anak high achiever.
- istilah inklusi serta diskriminasi.
- menjawab pertanyaan dengan benar
- berminat dengan sesuatu
- menunjukkan perhatian
- punya gagasan yang bagus serta populer
- menjawab soal sesuai yang ditanyakan
- pemerhati yang baik
- mendengarkan penuh dengan minat
- mempersoalkan pertanyaan
- penasaran dengan sesuatu
- terlibat secara emosional, mental dan fisik
- punya gagasan yang aneh
- konyol dan diluar keumuman
- pengamat yang kritis atau bawel
- menyimak untuk siap berdebat
- anak CI+BI memiliki kelebihan dalam kecepatan menyelesaikan tugas
- memerlukan kurikulum yang berbeda (diferensiasi) dirancang untuk dapat mengatasi karakteristik individu.
- kurikulum yang efektif untuk siswa CI+BI dimodifikasikan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
- selaras dengan fungsi utama pendidikan mengembangkan potensi siswa secara utuh dan optimal.
- strategi pendidikan yang bersifat masal, memberiperlakuan standar(rata-rata)
- stress akademik
- undera chiever ( kecenderungan dapat memakai drugs)
kondisi pendidikan CI+BI di Indonesia
- belum ada lembaga pendidikan yang khusus
- satu-satunya layanan hanya aksel bentuk telescoping
- belum ada kurikulum khusus
- belum ada program penyiapan guru
- pembelajaran berfokus pada daya serap materi
- hanya 311 dari 260.471 sekolah, 7 dari 42,756 madrasah
- subsidi pemerintah sangat terbatas
- terbatas mengakses: 9.551 dari potensi 1,3juta (0,7%)
- program aksel dipaksa bubar karena alasan RSBI/SBI dan penerapan SKS
- fenomena brain-drain, anak-anak CI+BI yang sudah dididik khusus secara optimal malah dibajak pihak luar negeri.
- succesful
- penantang
- the underground
- the dropouts
- the double labeled
- the otonomous learner
- content-based acceleration (southern dan jones, 2004) pembagian materi : kompleksitas, abstraksi, variasi. unsur manusia.
- grade based acceleration
- pengayaan dan pedalaman.
Selasa, 28 September 2010
SHALAT KU... (religion diary)
SUBUH...
dimana aku berada, aku masih enak dalam kelambu rindu, sambil berpoya-poya dengan waktu, masa bagaikan menderu, langkah tiada arah tuju, fikiran terus bercelaru, terlupa aku semakin diujung waktu, siapa aku didepan rabbku.
DZUHUR...
aku lebih memikirkan kelaparan, kehausan dan istirahatku, aku lebih mementingkan tuntutan jabatanku, aku bertolak angsur dengan waktu, aku gembira membilang keuntungan, aku terlupa betapa besar kerugian, jika aku menggadaikan sebuah ketaatan, siapa aku didepan rabbku.
ASHAR...
aku lupa warna, masa cepat berubah bagaikan diburu-buru, aku masih secawan hausku, terlupa panas tidak dihujung kepalaku, masih bercerita tentang kehidupanku, siapa aku didepan rabbku.
MAGRIB...
aku melihat warna malam, tetapi aku masih bersembunyi disebalik tabirnya, mencari sisa-sisa keseronokan, tidak terasa ruang masa yang singkat, jalan yang bertingkat-tingkat, ruginya berlipat-lipat. siapa aku didepan rabbku.
ISYA...
karena masanya yang panjang, aku membiarkan penat menghimpit dadaku, aku membiarkan kelesuan menggangguku, aku rela terlena sambil menarik selimut biru bercumbu-cumbu dengan waktu. siapa aku didepan rabbku.
dimana aku berada, aku masih enak dalam kelambu rindu, sambil berpoya-poya dengan waktu, masa bagaikan menderu, langkah tiada arah tuju, fikiran terus bercelaru, terlupa aku semakin diujung waktu, siapa aku didepan rabbku.
DZUHUR...
aku lebih memikirkan kelaparan, kehausan dan istirahatku, aku lebih mementingkan tuntutan jabatanku, aku bertolak angsur dengan waktu, aku gembira membilang keuntungan, aku terlupa betapa besar kerugian, jika aku menggadaikan sebuah ketaatan, siapa aku didepan rabbku.
ASHAR...
aku lupa warna, masa cepat berubah bagaikan diburu-buru, aku masih secawan hausku, terlupa panas tidak dihujung kepalaku, masih bercerita tentang kehidupanku, siapa aku didepan rabbku.
MAGRIB...
aku melihat warna malam, tetapi aku masih bersembunyi disebalik tabirnya, mencari sisa-sisa keseronokan, tidak terasa ruang masa yang singkat, jalan yang bertingkat-tingkat, ruginya berlipat-lipat. siapa aku didepan rabbku.
ISYA...
karena masanya yang panjang, aku membiarkan penat menghimpit dadaku, aku membiarkan kelesuan menggangguku, aku rela terlena sambil menarik selimut biru bercumbu-cumbu dengan waktu. siapa aku didepan rabbku.
Sabtu, 25 September 2010
pengantar filsafat
Apakah filsafat itu?
sejak lebih dari 20 abad yang silam, hingga kini masih di pertanyakan banyak orang, hingga kenyataan sampaisekarang ini orang mengira bahwa filsafat adalah sesuatu yang serba rahasia, mistis, dan aneh.
ada pula yang menyangka bahwa filsafat adalh suatu kombinasi antara astrologi, psikologi, dan teknologi.
selain itu filsafat juga sebagai mater scientiarum atau induk segala ilmu pengetahuan, yang cukup banyak dianggap sebagai ilmu paling istimewa, ilmu yang menduduki tempat paling tinggi dari antara seluruh ilmu pengetahuan yang ada.
Definisi filsafat...
secara etimologis, istilah filsafat, padanan kata falsafah (bahasa arab) dan philosophy (bahasa inggris), berasal dari bahasa yunani philosophia, merupakan kata majemuk yang terdiri dari kata philos, berarti kekasih dan sophia, yang artinya kebijaksanaan atau kearifan atau bisa juga berarti pengetahuan.
jadi secara harfiah berarti yang mencintai kebijaksanaan atau sahabat pengetahuan. oleh karena istilah philosophia telah di indonesiakan menjadi filsafat, dalam yogyanya di ajektivkan filsafati dan bukan filosofis. apabila mengacu kepada orangnya, kata yang tepat digunakan ialah filsuf, dan bukan filosof, kecuali bila digunakan kata filosofi dan bukan filsafat.
aduuh..... lumayan juga!
to be continue deeh.
sejak lebih dari 20 abad yang silam, hingga kini masih di pertanyakan banyak orang, hingga kenyataan sampaisekarang ini orang mengira bahwa filsafat adalah sesuatu yang serba rahasia, mistis, dan aneh.
ada pula yang menyangka bahwa filsafat adalh suatu kombinasi antara astrologi, psikologi, dan teknologi.
selain itu filsafat juga sebagai mater scientiarum atau induk segala ilmu pengetahuan, yang cukup banyak dianggap sebagai ilmu paling istimewa, ilmu yang menduduki tempat paling tinggi dari antara seluruh ilmu pengetahuan yang ada.
Definisi filsafat...
secara etimologis, istilah filsafat, padanan kata falsafah (bahasa arab) dan philosophy (bahasa inggris), berasal dari bahasa yunani philosophia, merupakan kata majemuk yang terdiri dari kata philos, berarti kekasih dan sophia, yang artinya kebijaksanaan atau kearifan atau bisa juga berarti pengetahuan.
jadi secara harfiah berarti yang mencintai kebijaksanaan atau sahabat pengetahuan. oleh karena istilah philosophia telah di indonesiakan menjadi filsafat, dalam yogyanya di ajektivkan filsafati dan bukan filosofis. apabila mengacu kepada orangnya, kata yang tepat digunakan ialah filsuf, dan bukan filosof, kecuali bila digunakan kata filosofi dan bukan filsafat.
aduuh..... lumayan juga!
to be continue deeh.
Kamis, 23 September 2010
paradigma baru manajemen pendidikan
PARADIGMA BARU MANAJEMEN PENDIDIKAN
Paradigma yaitu mengubah cara berfikir agar lebih baik.
yaitu dengan cara :
* kompetitif, sebagai kunci utama pendidik agar dapat memenangkan persaingan, seperti: kemampuan, hasrat (dengan adanya kemauan).
* Berlaku fair (tidak curang)
* Transparan (tidak sembunyi-sembunyi, tetapi terang-terangan).
* Spesialis (masing-masing pada bidangnya)
* Profesional
- Berlatih
- Pekerjaan sebagai fokus utama, bukan sambilan.
- Pengetahuan (sciens)
- Etika
* Dinamis
- inventing (breaking rules), sesuatu yang baru namun sedikit melanggar.
- experimenting (making mistakes)
- growing (taking risks) atau tumbuh
* Adaprif
yaitu bagaiman kita beradaptasi (menyesuaikan diri) terhadap lingkungan, tapi tanpa menghilangkan jati diri serta identitas diri kita.
TUNTUTAN TERHADAP "KOMPETENSI SDM"
Pengetahuan/wawasan global
-konseptual yang integratif dan aplikatif.
-orientasi pada polusi, inovasi, kreativitas.
-nilai-nilai universal (lintas budaya)
Keterampilan global
-komunikasi multi budaya
-pemanfaatan teknologi informasi (IT)
-pengembangan intelektual
Emotional + adversity skill
Sikap/perilaku
-dinamis dan flexible
-inisiatif dan proaktif
-inovatif dan kreatif
-mandiri (survive)
GAP hasil pendidikan dengan tuntutan lingkungan eksternal
hasil pendidikan
-texbook/teoritis/orientasi
"intelektual skill"
-keterampilan menyelesaikan masalah "sederhana"
-pembentukan sikap-sikap dasar "normatif" (etika, sopan santun, disiplin, birokratis)
-pola hubungan lebih formal dalam satu arah atau otokratis
-sukses (hasil/prestasi belajar)
-standar kompetitif (basic/lokal)
TUNTUTAN EKSTERNAL
-praktis aplikasi/orientasi "intellectual dan emotional skill"
-masalah yang dihadapi lebih "comlex"
-sikap sikap profesional (demokratis, produktif, kreatif, inovatif, adaptif, serta melayani).
KEGIATAN BELAJAR
Didalam suatu kegiatan belajar, terdapat suatu proses yang saling berhubungan. seperti:
1. Membaca Cepat dan efektif. Hampir semua proses belajar, akan melibatkan kegiatan ini.
2. Kemampuan mengingat, dan kemampuan untuk “merecall” apa yang kita ingat tersebut.
3. Kemampuan Berpikir cepat dan Logika yang baik. Jika kita bisa membaca dengan cepat, maka otomatis kita akan bisa berpikir lebih cepat.
Paradigma yaitu mengubah cara berfikir agar lebih baik.
yaitu dengan cara :
* kompetitif, sebagai kunci utama pendidik agar dapat memenangkan persaingan, seperti: kemampuan, hasrat (dengan adanya kemauan).
* Berlaku fair (tidak curang)
* Transparan (tidak sembunyi-sembunyi, tetapi terang-terangan).
* Spesialis (masing-masing pada bidangnya)
* Profesional
- Berlatih
- Pekerjaan sebagai fokus utama, bukan sambilan.
- Pengetahuan (sciens)
- Etika
* Dinamis
- inventing (breaking rules), sesuatu yang baru namun sedikit melanggar.
- experimenting (making mistakes)
- growing (taking risks) atau tumbuh
* Adaprif
yaitu bagaiman kita beradaptasi (menyesuaikan diri) terhadap lingkungan, tapi tanpa menghilangkan jati diri serta identitas diri kita.
TUNTUTAN TERHADAP "KOMPETENSI SDM"
Pengetahuan/wawasan global
-konseptual yang integratif dan aplikatif.
-orientasi pada polusi, inovasi, kreativitas.
-nilai-nilai universal (lintas budaya)
Keterampilan global
-komunikasi multi budaya
-pemanfaatan teknologi informasi (IT)
-pengembangan intelektual
Emotional + adversity skill
Sikap/perilaku
-dinamis dan flexible
-inisiatif dan proaktif
-inovatif dan kreatif
-mandiri (survive)
GAP hasil pendidikan dengan tuntutan lingkungan eksternal
hasil pendidikan
-texbook/teoritis/orientasi
"intelektual skill"
-keterampilan menyelesaikan masalah "sederhana"
-pembentukan sikap-sikap dasar "normatif" (etika, sopan santun, disiplin, birokratis)
-pola hubungan lebih formal dalam satu arah atau otokratis
-sukses (hasil/prestasi belajar)
-standar kompetitif (basic/lokal)
TUNTUTAN EKSTERNAL
-praktis aplikasi/orientasi "intellectual dan emotional skill"
-masalah yang dihadapi lebih "comlex"
-sikap sikap profesional (demokratis, produktif, kreatif, inovatif, adaptif, serta melayani).
KEGIATAN BELAJAR
Didalam suatu kegiatan belajar, terdapat suatu proses yang saling berhubungan. seperti:
- Penyelesaian masalah, yaitu suatu stategi serta pedoman untuk pengambilan keputusan secara tepat.
- Pertumbuhan pribadi, dalam pribadi manusia baik jasmani maupun rohaniah terdapat 2 bagian yang berbeda sebagai kondisi yabg menciptakan pribadi manusia berubah menuju kearah kesempurnaan, yaitu bagian kondisional pribadi manusia yang meliputi: 1.bagian pribadi material kuantitatif 2.bagian pribadi fungsional yang kualitataif.
- Keterampilan hidup, suatu proses pengaplikasian dalam ruang belajar. seperti permainan,dll.
- kemampuan belajar dan berfikir,
1. Membaca Cepat dan efektif. Hampir semua proses belajar, akan melibatkan kegiatan ini.
2. Kemampuan mengingat, dan kemampuan untuk “merecall” apa yang kita ingat tersebut.
3. Kemampuan Berpikir cepat dan Logika yang baik. Jika kita bisa membaca dengan cepat, maka otomatis kita akan bisa berpikir lebih cepat.
Selasa, 21 September 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
